Cukup Allah



Shaliha..
Cukuplah orang-orang terdekatmu yang mengetahui banyak tentangmu. Di luar sana tidak perlu tahu banyak bagaimana dirimu, keluargamu, kesibukanmu, rumahmu bahkan dapurmu.

Cukupkan dalam hatimu, bahwa dunia tidak perlu tahu banyak tentangmu, Sayang! Kecuali nasihat atau pengingat yang bisa kau sampaikan kepada dunia. Kebaikan-kebaikan yang bisa memberikan makna dan pembelajaran.

Aku tahu, tidak mudah meredam keinginan-keinginan untuk menunjukkan hidup kita. Yang sebelumnya mudah bagi kita, mulai saat ini kita harus menguranginya, hingga terbiasa untuk meninggalkannya.

Ingatlah, engkau adalah permata, engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Engkau lebih dari sekedar permaisuri, maka tidakkah benar jika hidup kita terlalu berharga untuk menjadi konsumsi publik?

Sampaikan kebaikan, tanpa harus menunjukkan bagaimana hidupmu. Bukankah Allah cukup bagimu? Dalam mengadu, dalam memohon, dalam mensyukuri segala nikmatnya.

CUKUP ALLAH.

Belajarlah untuk tidak sering-sering menceritakan kehidupan pribadi di sosial media. Boleh berbagi, jika ada manfaatnya. Jika sekadar bercerita, cobalah tahan, tahan lagi, sampai akhirnya hilang keinginan untuk menceritakan diri kita.

Orang lain sebenarnya tidak tertarik pada hidup kita, jika ia tak mendapatkan manfaat. Di samping itu riya dan ujub begitu halus dan mudah sekali merasuk ke dalam hati.

[ Dalam buku Menyapa Mentari, hlm. 100-102. Oleh: Kak Diyah Maya Lestari ].

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JADILAH PENYAYANG ⚘

Karakter Ruh Seseorang

HARAP