Karakter Ruh Seseorang
[Oleh : Saryanto Abu Ruwaifi']
🏷Ruh adalah sumber kehidupan bagi jasad, jika ruh terlepas maka hilanglah kehidupan. Ruh juga merupakan karakter seseorang, ia memberikan karakter dalam diri seseoran. Dalam sebuah hadits riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الأرواح جنود مجندة فما تعارف منها ائتلف وما تناكرمنها اختلف
_“Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok kelompok, Yang saling mengenal akan saling condong, dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih.”_ (HR Bukhari dan Muslim)
📂Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari no. 3336 secara mu’allaq dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anha.
✅Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan hadits ini.
📚Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam Syarah Muslim (16/pada hadits no. 2638):
🔰“Para ulama mengatakan, maknanya mereka adalah sekelompok manusia yang berkumpul atau manusia yang bermacam-macam lagi berbeda-beda. Ruh-ruh itu saling mengenal karena suatu perkara yang Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menciptakan ruh-ruh itu di atasnya..”
🌿Ada yang mengatakan, karena mereka dijadikan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ di atas sifat-sifat yang saling mencocoki dan tabiat yang saling bersesuaian.
🌾 Ada juga yang mengatakan, karena mereka diciptakan secara bersama kemudian jasad mereka saling berpisah, sehingga yang mencocoki tabiat yang lain, dia akan bersatu dengannya. Dan yang saling berjauhan tabiatnya maka dia akan lari dan menyelisihinya.
🍀Al Khoththobiy rahimahullah berkata: “Bisa jadi hadits ini isyarat pada makna kesamaan karakter dalam kebaikan dan kejelekan, kesholihan dan kerusakan, dan bahwasanya orang yang baik itu akan rindu pada orang yang sekarakter dengannya. Orang yang jahat juga seperti itu condong pada orang yang seperti dirinya. Maka saling mengenalnya ruh-ruh itu terjadi sesuai dengan tabiat yang mana ruh itu dicetak di atasnya, berupa kebaikan dan kejelekan. Maka jika ruh-ruh itu saling mencocoki, maka mereka akan saling mengenal. Tapi jika saling berselisih, mereka akan saling tidak mengenal.” (Fathul Bari Ibnu Hajar VI/369).
🍁Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Ruh itu sebuah tentara yang dipersiapkan akan bertemu dengan yang sepadan. Sebagaimana kuda, jika dia cocok maka akan menyatu dengannya, dan bila tidak akan berpisah’.”
🏷Dan dalam sebuah perumpamaan dikatakan,
وكل من شكله يرغب
Setiap orang yang memiliki persamaan bentuk dengan orang lain, maka dia akan mencintainya
📂Dalam perumpamaan yang lain dikatakan:
إن الطيور على أشكالها تقع
فكل يرغب في مثله
Sesungguhnya burung-burung itu akan bertengger bersama burung yang sama bentuknya sehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya.
📜Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa ruh-ruh diciptakan sebelum jasad, dan bahwa ruh itu merupakan makhluk, ketika bersatu atau berpisah bagaikan sebuah pasukan bila bertemu dan berhadapan. Hal ini karena Allah subhanahu wa ta’aala telah menjadikannya ada yang beruntung dan ada pula yang celaka.
⌛Maka setelah itu jasad yang menjadi tempat ruh akan bertemu di dunia, ia akan bertemu atau berpisah sesuai dengan keserupaan atau tidaknya, yang telah diciptakan baginya di awal penciptaannya. Sehingga engkau melihat seseorang yang baik akan mencintai yang baik, dan orang yang jahat akan senang kepada yang serupa. Dan masing-masing dari keduanya akan lari dari lawannya. Jagalah kesehatan ruh anda.
🏠Bandungan, Kab. Semarang, 4 Rajab 1439 H, Rabu siang 13.29 WIB.
🏷Ruh adalah sumber kehidupan bagi jasad, jika ruh terlepas maka hilanglah kehidupan. Ruh juga merupakan karakter seseorang, ia memberikan karakter dalam diri seseoran. Dalam sebuah hadits riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الأرواح جنود مجندة فما تعارف منها ائتلف وما تناكرمنها اختلف
_“Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok kelompok, Yang saling mengenal akan saling condong, dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih.”_ (HR Bukhari dan Muslim)
📂Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari no. 3336 secara mu’allaq dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anha.
✅Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan hadits ini.
📚Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam Syarah Muslim (16/pada hadits no. 2638):
🔰“Para ulama mengatakan, maknanya mereka adalah sekelompok manusia yang berkumpul atau manusia yang bermacam-macam lagi berbeda-beda. Ruh-ruh itu saling mengenal karena suatu perkara yang Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menciptakan ruh-ruh itu di atasnya..”
🌿Ada yang mengatakan, karena mereka dijadikan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ di atas sifat-sifat yang saling mencocoki dan tabiat yang saling bersesuaian.
🌾 Ada juga yang mengatakan, karena mereka diciptakan secara bersama kemudian jasad mereka saling berpisah, sehingga yang mencocoki tabiat yang lain, dia akan bersatu dengannya. Dan yang saling berjauhan tabiatnya maka dia akan lari dan menyelisihinya.
🍀Al Khoththobiy rahimahullah berkata: “Bisa jadi hadits ini isyarat pada makna kesamaan karakter dalam kebaikan dan kejelekan, kesholihan dan kerusakan, dan bahwasanya orang yang baik itu akan rindu pada orang yang sekarakter dengannya. Orang yang jahat juga seperti itu condong pada orang yang seperti dirinya. Maka saling mengenalnya ruh-ruh itu terjadi sesuai dengan tabiat yang mana ruh itu dicetak di atasnya, berupa kebaikan dan kejelekan. Maka jika ruh-ruh itu saling mencocoki, maka mereka akan saling mengenal. Tapi jika saling berselisih, mereka akan saling tidak mengenal.” (Fathul Bari Ibnu Hajar VI/369).
🍁Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Ruh itu sebuah tentara yang dipersiapkan akan bertemu dengan yang sepadan. Sebagaimana kuda, jika dia cocok maka akan menyatu dengannya, dan bila tidak akan berpisah’.”
🏷Dan dalam sebuah perumpamaan dikatakan,
وكل من شكله يرغب
Setiap orang yang memiliki persamaan bentuk dengan orang lain, maka dia akan mencintainya
📂Dalam perumpamaan yang lain dikatakan:
إن الطيور على أشكالها تقع
فكل يرغب في مثله
Sesungguhnya burung-burung itu akan bertengger bersama burung yang sama bentuknya sehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya.
📜Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa ruh-ruh diciptakan sebelum jasad, dan bahwa ruh itu merupakan makhluk, ketika bersatu atau berpisah bagaikan sebuah pasukan bila bertemu dan berhadapan. Hal ini karena Allah subhanahu wa ta’aala telah menjadikannya ada yang beruntung dan ada pula yang celaka.
⌛Maka setelah itu jasad yang menjadi tempat ruh akan bertemu di dunia, ia akan bertemu atau berpisah sesuai dengan keserupaan atau tidaknya, yang telah diciptakan baginya di awal penciptaannya. Sehingga engkau melihat seseorang yang baik akan mencintai yang baik, dan orang yang jahat akan senang kepada yang serupa. Dan masing-masing dari keduanya akan lari dari lawannya. Jagalah kesehatan ruh anda.
🏠Bandungan, Kab. Semarang, 4 Rajab 1439 H, Rabu siang 13.29 WIB.

Komentar
Posting Komentar